DETTAK.COM, JAKARTA, 13 September 2026 — Aktivis perempuan Sdri. Selput menilai peringatan tragedi Semanggi II harus menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan demokrasi di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Selput saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, 13 September 2026. Ia mengajak masyarakat untuk mengenang para korban tanpa menimbulkan konflik atau keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Selput, penyampaian aspirasi mengenai sejarah, keadilan dan hak asasi manusia dapat dilakukan melalui jalur yang damai dan konstitusional.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Berbagai unggahan yang mengandung hasutan, fitnah, ujaran kebencian, maupun ajakan untuk melakukan tindakan kekerasan perlu disikapi secara bijak dan tidak disebarluaskan kembali,” ujarnya.
Selput berharap peringatan Semanggi II dapat berlangsung dengan tertib dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar dari sejarah.
Ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab serta penghormatan terhadap hukum.



















