DETTAK.COM, JAKARTA – Ketua Umum KADIN Provinsi Papua Tengah, Aleksander Gobai, S.E., menyoroti pentingnya memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah melalui peningkatan kualitas, standardisasi, dan promosi perdagangan.
Ia menilai produk pertanian, perkebunan, dan perikanan dari Papua Tengah memiliki peluang untuk berkembang lebih luas apabila didukung sistem pemasaran yang baik serta memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Aleksander dalam Sidang Pleno II agenda Pandangan Umum KADIN Provinsi dan Anggota Luar Biasa (ALB) pada Rapimnas KADIN 2026, Kamis (29/10/2026), di Hotel Borobudur, Jakarta.
Menurut Aleksander, salah satu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana produk daerah dapat memiliki daya saing dan memperoleh kesempatan yang setara untuk memasuki pasar yang lebih luas.
Karena itu, ia mendorong adanya program peningkatan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan pelaku usaha lokal. Standardisasi menjadi bagian penting agar produk daerah mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan persyaratan perdagangan.
Selain peningkatan mutu, Aleksander juga mengusulkan agar pelaku usaha daerah mendapatkan kesempatan lebih besar untuk mengikuti pameran perdagangan, promosi produk, serta berbagai kegiatan bisnis berskala nasional.
Melalui kegiatan tersebut, pengusaha lokal dapat memperkenalkan produk unggulan, membangun jaringan bisnis, sekaligus menjalin kemitraan dengan calon pembeli maupun investor.
Ia juga menilai penguatan akses pasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara profesional.
KADIN, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pengusaha daerah dengan jaringan bisnis yang lebih luas.
Aleksander berharap berbagai masukan dalam Rapimnas KADIN 2026 dapat mendorong lahirnya program nyata untuk memperkuat pemasaran produk daerah.
Dengan peningkatan standardisasi dan perluasan akses pasar, produk unggulan Papua Tengah diharapkan mampu bersaing serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.



















