DETTAK.COM, JAKARTA, 6 Agustus 2026 – PT Triple Helix Indonesia (THI) mendorong percepatan proses registrasi produk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui penguatan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah. Sinergi tersebut diyakini mampu menciptakan sistem perizinan yang lebih efisien, transparan, dan memberikan kepastian waktu bagi pelaku usaha tanpa mengurangi standar keamanan maupun mutu produk.
Komisaris Utama PT Triple Helix Indonesia, George Gunawan, menyampaikan bahwa kebutuhan akan pelayanan registrasi yang semakin cepat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional, terutama di sektor kesehatan, kosmetik, pangan, dan alat kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan George didampingi Komisaris PT Triple Helix Indonesia Hery Sofiyandy serta Operation Manager Aldita Amira usai menghadiri seminar regulasi BPOM dalam rangkaian Indo Healthcare Gakeslab Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut George, hingga kini banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam proses pengajuan izin edar. Persyaratan administrasi yang cukup kompleks sering kali membuat proses registrasi memerlukan waktu lebih panjang, terutama bagi UMKM, perusahaan baru, maupun importir.
“Tujuan pemerintah dan pelaku usaha sebenarnya sama, yaitu menghadirkan produk yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi. Namun masih ada sejumlah kendala administrasi yang perlu disempurnakan agar proses registrasi menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu kendala yang kerap dihadapi adalah kelengkapan dokumen, khususnya untuk produk impor yang membutuhkan legalisasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia di negara asal.
Menurutnya, proses tersebut sering memperpanjang waktu pengurusan sekaligus meningkatkan biaya administrasi yang harus ditanggung pelaku usaha.
Karena itu, George berharap pemerintah terus melakukan penyempurnaan regulasi dengan mempertimbangkan praktik terbaik di berbagai negara sehingga sistem registrasi tetap menjaga perlindungan konsumen sekaligus mendukung investasi dan inovasi.
Selain pembaruan regulasi, pemanfaatan teknologi digital juga dinilai perlu terus diperluas agar proses administrasi menjadi lebih sederhana dan pelayanan kepada pelaku usaha semakin cepat.
George menegaskan bahwa konsep Triple Helix yang menghubungkan akademisi, dunia usaha, dan pemerintah menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas proses registrasi produk.
Melalui PT Triple Helix Indonesia, perusahaan memberikan layanan konsultasi, edukasi, pelatihan, hingga pendampingan kepada perusahaan yang akan mengajukan registrasi BPOM.
“Kami melakukan screening terlebih dahulu terhadap seluruh dokumen sebelum diajukan ke BPOM. Target kami, ketika berkas masuk, tingkat kelengkapannya sudah mendekati 100 persen sehingga tidak perlu berulang kali dilakukan perbaikan,” katanya.
Ia menilai langkah tersebut tidak hanya mempercepat proses penerbitan izin, tetapi juga membantu BPOM bekerja lebih efisien karena berkas yang diterima telah memenuhi persyaratan administrasi.
George juga menekankan bahwa keterlambatan penerbitan izin sering kali bukan disebabkan oleh proses evaluasi BPOM, melainkan karena dokumen yang diajukan pemohon belum lengkap sehingga harus dikembalikan untuk diperbaiki.
Untuk itu, edukasi mengenai tata cara registrasi produk perlu terus diperluas agar pelaku usaha memahami seluruh persyaratan sejak awal.
Menurut George, peningkatan pemahaman tersebut akan memperbesar peluang keberhasilan pengajuan izin sekaligus mempercepat waktu penerbitan registrasi.
Ia mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam melakukan reformasi birokrasi dan berharap peningkatan kualitas pelayanan publik terus berlanjut, termasuk dalam proses registrasi produk di BPOM.
“Kami berharap proses registrasi BPOM semakin cepat, transparan, dan memiliki kepastian waktu. Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi sejak awal, produk dapat segera memperoleh izin edar sehingga lebih cepat dipasarkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam Indo Healthcare Gakeslab Expo 2026, PT Triple Helix Indonesia berharap tercipta komunikasi yang semakin erat antara regulator, akademisi, pelaku industri, dan asosiasi sehingga lahir berbagai masukan konstruktif untuk mewujudkan sistem registrasi produk yang lebih modern, efektif, dan mampu mendukung pertumbuhan industri nasional tanpa mengurangi perlindungan terhadap konsumen.



















