DETTAK.COM, JAKARTA – Digitalisasi dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha. Pandangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Henry Yotania yang meraih apresiasi pada Anugerah Ekonomi Hijau 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Ajang yang diselenggarakan detikcom tersebut memberikan apresiasi kepada Henry sebagai salah satu Figur Penggerak Ekonomi Hijau atas kiprahnya di bidang bisnis digital.
Henry menilai teknologi tidak semestinya hanya dilihat sebagai alat untuk menjual produk secara online. Menurutnya, digitalisasi juga dapat menjadi pintu masuk menuju pendidikan, kewirausahaan dan pengembangan sumber daya manusia.
Selama sekitar delapan tahun berkecimpung di dunia e-commerce dan bisnis digital, Henry terlibat dalam marketing, sales serta pengembangan bisnis.
Pengalaman itu kemudian membawanya pada aktivitas edukasi dan pemberdayaan komunitas.
Salah satu contohnya terlihat melalui SVO Indonesia (Synergy Via Online). Menurut Henry, sekitar 80 persen anggota tim yang bergabung pada awalnya belum memahami dunia digital.
Namun setelah memperoleh edukasi mengenai digitalisasi dan optimalisasi bisnis digital, mereka mampu berkembang menjadi entrepreneur.
“Sekitar 80 persen dari tim kami bukan berbasis digital. Pada saat mereka masuk, mereka ‘buta’ mengenai digital. Tapi setelah diajarkan digitalisasi dan bagaimana cara mengoptimalkan bisnis digital, sekarang mereka menjadi entrepreneur,” kata Henry.
Bagi Henry, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan digital dapat dipelajari dan dikembangkan.
Ia pun terus terlibat dalam seminar, training serta berbagai kegiatan yang memberikan akses pengetahuan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) menjadi salah satu forum yang ia dorong sebagai ruang bertemunya praktisi, pelaku bisnis dan masyarakat yang ingin memperdalam wawasan digital.
Henry percaya pelaku digital Indonesia memiliki potensi besar. Yang diperlukan adalah ruang untuk belajar, berkolaborasi dan bertukar pengalaman.
“Ilmu yang kita punya akan jauh lebih berarti kalau bisa dipakai untuk membantu orang lain bertumbuh,” ujarnya.
Sebagai Strategic Business Partnership Wellous Indonesia, Henry juga mendukung berbagai kolaborasi bisnis digital, termasuk IDMC 2026 dan SVO Digital Summit 2025.
Ia melihat ekonomi digital memiliki efek yang lebih luas daripada sekadar transaksi online.
“Digital itu bukan hanya soal platform atau teknologi. Di belakangnya ada manusia. Ada entrepreneur, ada tim, ada lapangan pekerjaan, dan ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” katanya.
Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 pun ia jadikan sebagai pengingat untuk terus berkontribusi.
“Penghargaan ini bukan berarti perjalanan selesai. Justru menjadi motivasi supaya kita bisa melakukan lebih banyak lagi ke depannya,” tutur Henry.
Ia berharap semakin banyak masyarakat mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan peluang ekonomi.
Bagi Henry, keberhasilan sesungguhnya bukan hanya membangun bisnis sendiri, melainkan membantu orang lain memiliki kemampuan untuk membangun bisnisnya.



















