Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

DPP GAN Optimistis Pimpinan Baru BGN Mampu Percepat Keberhasilan MBG

×

DPP GAN Optimistis Pimpinan Baru BGN Mampu Percepat Keberhasilan MBG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dettak, Jakarta.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) menyatakan optimisme terhadap kemampuan jajaran Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mempercepat keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah.
Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan bahwa keberhasilan program MBG akan menjadi salah satu indikator penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, program tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Burhanuddin menilai pergantian kepemimpinan di tubuh BGN datang pada momentum yang tepat ketika pemerintah tengah memperluas cakupan program MBG ke berbagai wilayah di Indonesia. Karena itu, kepemimpinan baru dituntut mampu menghadirkan inovasi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Adapun susunan pimpinan baru BGN terdiri dari Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Ketiganya dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi yang dapat saling melengkapi dalam menghadapi tantangan pengelolaan program gizi nasional.
“Kami mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan kepada Ibu Nanik Sudaryati Deyang, Ibu Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono. Kami percaya kepemimpinan baru ini mampu membawa Badan Gizi Nasional menjadi institusi yang semakin profesional, transparan, dan efektif dalam melayani masyarakat,” kata Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, Nanik Sudaryati Deyang memiliki pengalaman yang kuat dalam bidang komunikasi publik dan pelaksanaan program strategis pemerintah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat koordinasi lintas sektor yang dibutuhkan dalam menjalankan program berskala nasional.
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sekaligus Ketua Pelaksana Harian Program Makan Bergizi Gratis. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) dan terlibat dalam berbagai agenda pembangunan nasional.
Sementara itu, Agustina Arumsari dikenal sebagai figur yang memiliki kompetensi kuat dalam bidang pengawasan dan akuntabilitas keuangan negara. Latar belakang panjangnya di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diyakini mampu memperkuat sistem pengendalian internal serta memastikan penggunaan anggaran berjalan secara efektif dan sesuai aturan.
Di sisi lain, Mayjen TNI Trenggono dinilai akan memberikan kontribusi besar dalam memperkuat sistem distribusi dan manajemen logistik program. Pengalamannya sebagai perwira tinggi TNI AD serta Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara dianggap relevan dengan kebutuhan BGN dalam membangun rantai pasok pangan yang kuat dan efisien.
DPP GAN menilai keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kemampuan BGN dalam mengelola jaringan distribusi pangan yang luas. Program tersebut harus mampu menjangkau sekolah-sekolah, wilayah pesisir, daerah perbatasan, kawasan kepulauan, hingga daerah tertinggal dengan kualitas layanan yang sama baiknya.
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga menyinggung sejumlah masukan yang sebelumnya pernah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, berbagai catatan tersebut perlu menjadi perhatian serius agar program dapat berjalan semakin baik di masa mendatang.
KPK sebelumnya menyoroti pentingnya penguatan regulasi, sistem pengawasan, mekanisme penunjukan mitra, serta pengelolaan anggaran yang transparan. Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat besarnya nilai anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk mendukung program MBG.
Pada tahun 2025, program MBG didukung anggaran sekitar Rp71 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp171 triliun pada tahun 2026. Dengan nilai anggaran yang sangat besar, tata kelola yang baik menjadi faktor utama dalam menjaga efektivitas dan keberlanjutan program.
Burhanuddin menjelaskan bahwa penguatan transparansi dan akuntabilitas harus menjadi agenda utama kepemimpinan baru BGN. Seluruh proses mulai dari verifikasi mitra, pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, hingga pelaporan penggunaan anggaran harus dilakukan secara terbuka dan mudah diaudit.
Selain itu, DPP GAN juga mendorong BGN untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi berbasis data. Menurutnya, program sebesar MBG harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas agar dampaknya terhadap kesehatan dan status gizi masyarakat dapat diukur secara objektif.
Burhanuddin juga menilai bahwa program gizi nasional harus mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. Karena itu, pelibatan petani, nelayan, koperasi, dan pelaku UMKM daerah dalam rantai pasok pangan perlu terus diperluas.
Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan program gizi, tetapi juga membantu memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan lokal. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
DPP GAN juga meminta agar pemerintah daerah dilibatkan secara lebih aktif dalam proses pelaksanaan dan pengawasan program. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena paling memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Selain fokus pada distribusi makanan, edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang juga perlu terus diperkuat. Menurut Burhanuddin, perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.
“Keberhasilan BGN tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap penurunan angka stunting, peningkatan kualitas kesehatan anak, peningkatan prestasi belajar, serta lahirnya generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, Badan Gizi Nasional merupakan salah satu institusi yang akan menentukan keberhasilan Indonesia dalam menyiapkan generasi emas tahun 2045. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai terobosan yang memperkuat efektivitas program dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Garuda Astacita Nusantara siap mendukung dan bersinergi dengan Badan Gizi Nasional demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *