Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasionalPopuler

Hari Bhayangkara ke-80, Ustadz Dano JS: Polri yang Berlandaskan Amanah Ilahi Akan Semakin Dicintai Masyarakat

×

Hari Bhayangkara ke-80, Ustadz Dano JS: Polri yang Berlandaskan Amanah Ilahi Akan Semakin Dicintai Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DETTAK.COM, Jakarta – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Ustadz Dano JS (Jouguru/Mursyid Qalam), Pimpinan Majelis Taklim Basyaairul Khaeraat sekaligus Anggota Da’i Kamtibmas Polda Metro Jaya, mengajak seluruh insan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadikan momentum peringatan tahun ini sebagai sarana memperkuat integritas, spiritualitas, dan nilai pengabdian kepada masyarakat.

Dalam refleksi bertema “Bhayangkara Langit, Seragam Fana, Amanah Kekal”, Ustadz Dano JS menegaskan bahwa profesi kepolisian bukan semata-mata jabatan negara, melainkan amanah yang memiliki dimensi moral, sosial, dan spiritual. Menurutnya, tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Example 300x600

“Seragam hanyalah simbol yang akan usang oleh waktu. Namun amanah menjaga keamanan, menegakkan keadilan, serta melindungi masyarakat merupakan pengabdian yang akan selalu bernilai apabila dilaksanakan dengan niat yang tulus karena Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif tasawuf irfani, seorang anggota Polri tidak hanya berfungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi penjaga kemaslahatan umat. Nilai tersebut mencerminkan sifat Allah SWT, Al-Mu’min, Yang Maha Pemberi Rasa Aman, dan Al-Hafizh, Yang Maha Memelihara.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin yang menjelaskan bahwa keamanan dan keadilan merupakan fondasi utama tegaknya kehidupan masyarakat dan keberlangsungan sebuah negara.

Lebih lanjut, Ustadz Dano JS mengutip firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan agar setiap amanah diberikan kepada yang berhak dan setiap keputusan ditegakkan secara adil. Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pedoman moral yang harus senantiasa dipegang oleh seluruh aparat penegak hukum.

Ia menilai keberhasilan Polri pada era modern tidak hanya diukur melalui keberhasilan mengungkap tindak pidana atau menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Kepatuhan yang dibangun melalui rasa takut tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, ketika masyarakat merasakan keadilan, ketulusan pelayanan, dan kepedulian aparat, maka kepercayaan akan tumbuh secara alami. Dari kepercayaan itulah lahir kecintaan kepada institusi Polri,” katanya.

Sebagai landasan nilai kemanusiaan, ia mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Tirmidzi yang menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki kasih sayang akan memperoleh kasih sayang dari Allah SWT. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Ustadz Dano JS juga mengangkat kisah Nabi Yusuf AS sebagaimana termaktub dalam Surah Yusuf ayat 55. Nabi Yusuf menerima amanah mengelola perbendaharaan negara karena memiliki integritas, kemampuan, dan sifat dapat dipercaya. Baginya, kisah tersebut menjadi teladan kepemimpinan yang relevan bagi setiap penyelenggara negara, termasuk anggota Polri.

Selain itu, ia mengingatkan perjalanan dakwah Sunan Kalijaga yang berhasil membangun perubahan sosial melalui pendekatan budaya, keteladanan, dan kasih sayang. Nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam membangun hubungan antara aparat penegak hukum dengan masyarakat di tengah dinamika kehidupan bangsa saat ini.

Menurutnya, transformasi Polri menuju institusi yang Presisi akan semakin bermakna apabila diiringi dengan penguatan akhlak, etika pelayanan, serta kesadaran bahwa setiap kewenangan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara tetapi juga kepada Allah SWT.

Memasuki usia ke-80 tahun, Polri diharapkan semakin profesional dalam menjalankan tugas, semakin dekat dengan masyarakat, serta mampu menghadirkan rasa aman yang dibangun melalui pelayanan yang berkeadilan, humanis, dan berintegritas.

“Hari Bhayangkara hendaknya menjadi pengingat bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir. Yang kekal adalah amal pengabdian. Ketika polisi bekerja dengan hati yang bersih, masyarakat akan memberikan kepercayaan. Ketika keadilan ditegakkan dengan kasih sayang, hukum akan menjadi sumber ketenteraman bagi seluruh rakyat,” tutur Ustadz Dano JS.

Menutup refleksinya, ia mengajak seluruh anggota Polri untuk terus memperkuat sinergi dengan ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, keamanan, serta ketertiban nasional.

Ia berharap Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum lahirnya semangat baru bagi Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, adil, dan bermartabat.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga setiap langkah pengabdian insan Bhayangkara menjadi ladang amal, menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari ikhtiar membangun Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan diridhai Allah SWT,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *