DETTAK.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum BP Lansia Pusat sekaligus politisi senior Golkar dan SOKSI, Robinson Napitupulu, mengenang berbagai pengalaman berharga dan tak terlupakan bersama almarhum Suhardiman, tokoh yang dikenal sebagai pendiri SOKSI dan salah satu guru bangsa yang memiliki pemikiran visioner serta dedikasi besar terhadap pembangunan nasional.
Menurut Robinson, salah satu kenangan paling berkesan adalah kebersamaannya dengan Suhardiman dalam permainan catur. Keduanya diketahui memiliki hobi yang sama dan sama-sama menggemari olahraga olah pikir tersebut. Melalui permainan catur, keduanya sering bertukar gagasan, strategi, serta pandangan mengenai berbagai persoalan kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat.
“Pengalaman unik, menarik, dan tidak terlupakan bersama Pak Suhardiman terjadi sekitar tahun 1980-an hingga awal tahun 2000-an, ketika kondisi fisik beliau masih sehat walafiat. Kami sering beradu strategi di atas papan catur. Pertandingannya benar-benar serius karena masing-masing berusaha meraih kemenangan,” ujar Robinson Napitupulu di Jakarta.
Ia menuturkan bahwa Suhardiman bukan hanya seorang tokoh organisasi, tetapi juga sosok orang tua, sahabat, sekaligus guru bangsa yang tidak pernah berhenti berpikir dan melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan bangsa.
Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatannya terjadi menjelang pelaksanaan Santiaji Pemilu 1992 yang diikuti para pejabat Departemen Penerangan Republik Indonesia (Deppen RI). Sebelum Suhardiman memberikan ceramah di forum tersebut, keduanya sempat bermain catur terlebih dahulu di ruang transit yang telah disediakan panitia.
“Yang menarik, pertandingan catur itu disaksikan langsung oleh almarhum Harmoko serta para pejabat eselon I dan II Deppen RI yang saat itu hadir menunggu acara dimulai,” kenangnya.
Bagi Robinson, momen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Suhardiman adalah sosok pemikir yang selalu aktif mengasah kemampuan intelektualnya. Bahkan di sela-sela kesibukan organisasi dan aktivitas politik, ia tetap meluangkan waktu untuk berdiskusi dan mengembangkan strategi melalui permainan catur.
“Suhardiman adalah pendiri SOKSI yang tidak pernah berhenti berpikir. Beliau selalu melihat berbagai persoalan dari banyak sudut pandang dan mampu memberikan solusi yang bernilai bagi organisasi maupun bangsa,” tambah Robinson.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan, kecintaan terhadap bangsa, serta semangat intelektual yang diwariskan Suhardiman masih relevan hingga saat ini dan patut menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Robinson menegaskan bahwa kenangan bersama Suhardiman bukan hanya tentang permainan catur, melainkan tentang pelajaran hidup, keteguhan prinsip, dan semangat pengabdian yang terus hidup dalam perjalanan organisasi SOKSI maupun keluarga besar Golkar.
“Momen-momen seperti itu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Bagi saya, beliau adalah guru bangsa, orang tua, sahabat, dan tokoh yang memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan,” pungkas Robinson Napitupulu.
MTPM. ✊✊



















