Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaMetropolitan

Eki Pitung Kukuhkan Pengurus Mpok None Dewan Adat Bamus Betawi Periode 2026–2031, Siapkan Perempuan Betawi Menuju 500 Tahun Jakarta

×

Eki Pitung Kukuhkan Pengurus Mpok None Dewan Adat Bamus Betawi Periode 2026–2031, Siapkan Perempuan Betawi Menuju 500 Tahun Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DETTAK.COM, JAKARTA – Dewan Adat Bamus Betawi resmi mengukuhkan kepengurusan lembaga otonom Mpok None Dewan Adat Bamus Betawi periode 2026–2031. Pelantikan yang berlangsung bersamaan dengan Sarasehan Betawi Menuju 500 Tahun Kota Jakarta tersebut berjalan lancar dan sukses.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan Betawi dalam pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, serta kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Example 300x600

Acara tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta jajaran akademisi Universitas Indonesia (UI), termasuk Rektor dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menyampaikan harapannya agar kepengurusan Mpok None yang baru dapat menjadi wadah bagi perempuan Betawi untuk mengembangkan potensi, berkarya, dan mengambil peran lebih luas dalam berbagai sektor.

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Mpok Aisyah (Trysia Suherman) dipercaya untuk memimpin lembaga otonom tersebut.

Eki Pitung berharap Mpok Aisyah mampu membawa organisasi menjadi lebih produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perempuan Betawi.

Menurutnya, latar belakang anggota Mpok None sangat beragam. Mulai dari mantan Abang None Jakarta, pengusaha, politisi, hingga para penggiat busana dan pelaku UMKM. Keberagaman tersebut merupakan potensi besar yang perlu disatukan untuk mendorong kemajuan perempuan Betawi.

Eki Pitung menjelaskan, pembentukan lembaga otonom Mpok None juga dilatarbelakangi keinginan untuk mengubah stigma lama yang selama ini melekat pada perempuan Betawi, yakni hanya berkutat pada urusan kasur, sumur, dan dapur.

Menurutnya, pandangan tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Perempuan Betawi harus memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk maju, profesional, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan.

“Di era emansipasi wanita dan kesetaraan gender ini, kita ingin mengangkat derajat perempuan Betawi agar lebih maju dan profesional dalam menghadapi perkembangan zaman. Namun, tetap berada dalam bingkai akhlakul karimah serta tidak meninggalkan nilai-nilai religiusitas yang menjadi karakter perempuan Betawi,” demikian pesan Eki Pitung dalam sambutannya.

Ia menegaskan, kemajuan perempuan Betawi tidak harus menghilangkan identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Sebaliknya, perempuan Betawi harus mampu menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Eki Pitung juga membacakan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Mpok None Dewan Adat Bamus Betawi periode 2026–2031 sebagai dasar pengukuhan pengurus baru.

Ia berharap keberadaan organisasi tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kesempatan perempuan Betawi untuk berkembang di berbagai bidang profesi.

Sarasehan Betawi Menuju 500 Tahun Jakarta

Selain pelantikan pengurus, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang membahas masa depan masyarakat dan kebudayaan Betawi menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.

Dalam sesi diskusi tersebut, para pembicara dari perwakilan Kementerian Kebudayaan, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rektor UI, serta Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai posisi serta peran masyarakat Betawi dalam perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.

Diskusi berlangsung antusias dengan pembahasan mengenai bagaimana kebudayaan Betawi dapat terus berkembang, sekaligus memperoleh ruang yang lebih kuat dalam kebijakan pembangunan Jakarta.

Sebagai salah satu pembicara utama, Eki Pitung menekankan pentingnya keseriusan pemerintah pusat dalam memberikan perhatian konkret terhadap masyarakat Betawi.

Ia menginginkan momentum 500 tahun Kota Jakarta tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bersejarah untuk menghadirkan kebijakan nyata bagi kemajuan masyarakat Betawi.

Menurutnya, masyarakat Betawi membutuhkan dukungan dan keberpihakan pemerintah melalui penguatan konstitusi atau regulasi yang memberikan landasan kuat bagi kemajuan kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Betawi.

Eki Pitung berharap pemerintah pusat dapat memberikan hadiah istimewa bagi masyarakat Betawi dalam momentum 500 tahun Jakarta, berupa kebijakan yang mampu menjamin keberlanjutan identitas, perlindungan budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Betawi.

Apresiasi kepada Pemerintah dan Universitas Indonesia

Di akhir kegiatan, Eki Pitung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Kebudayaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta jajaran pimpinan dan akademisi Universitas Indonesia, khususnya Fakultas Ilmu Budaya, atas dukungan dan partisipasi sehingga pelantikan serta sarasehan dapat terselenggara dengan baik.

Ia juga mengapresiasi seluruh undangan dan pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Pelantikan Mpok None Dewan Adat Bamus Betawi periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan peran perempuan Betawi dalam berbagai sektor, sekaligus menjadi bagian dari gerakan besar menjaga dan mengembangkan kebudayaan Betawi menuju 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *