Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Fikhri Reza Vahlefi Pimpin SCI Sumbar, Bidik Pasar Udang Riau hingga Malaysia

×

Fikhri Reza Vahlefi Pimpin SCI Sumbar, Bidik Pasar Udang Riau hingga Malaysia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DETTAK.COM, JAKARTA — Fikhri Reza Vahlefi resmi memimpin Shrimp Club Indonesia (SCI) Sumatera Barat setelah dikukuhkan sebagai ketua dalam rangkaian FARM 2026 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Pengukuhan tersebut dilakukan Ketua Umum SCI Prof. Dr. Ir. Andi Tamsil, MS., IPM. Dalam kegiatan yang sama turut dikukuhkan Ketua SCI Aceh dan Ketua SCI Bangka Belitung.

Example 300x600

Sebagai Ketua SCI Sumatera Barat, Fikhri membawa sejumlah agenda untuk memperkuat industri budidaya udang daerah, termasuk membuka peluang pengembangan pasar ke wilayah regional.

Fikhri melihat posisi geografis Sumatera Barat menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pengembangan pasar udang. Wilayah tersebut relatif dekat dengan Riau dan Malaysia.

“Kita melihat Sumatera Barat memiliki peluang karena lokasinya dekat dengan Riau dan Malaysia. Ke depan, salah satu yang ingin kita dorong adalah bagaimana produk udang dari Sumatera Barat bisa memiliki peluang masuk ke negara-negara tersebut,” ujar Fikhri.

Namun, menurutnya, peluang pasar harus dibarengi dengan penguatan sektor produksi. Kualitas produk, penerapan teknologi, kapasitas produksi dan tata kelola menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat.

Karena itu, SCI Sumatera Barat akan menyusun program kerja yang mencakup jangka pendek, menengah dan panjang.

Salah satu perhatian utama adalah teknologi budidaya. Fikhri mengatakan kondisi tambak di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penerapan teknologi perlu disesuaikan.

“Teknisi atau teknologi yang berhasil di daerah lain belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diterapkan di Sumatera Barat. Karena itu, kita perlu mencari formula yang memang cocok dan spesifik untuk kondisi Sumatera Barat,” katanya.

Pengembangan teknologi dapat dilakukan melalui penerapan berbagai metode pengelolaan tambak, termasuk penggunaan aditif dan bakteri yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

SCI Sumatera Barat juga akan melakukan pendataan tambak untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi industri udang di wilayah tersebut.

Pendataan meliputi jumlah tambak, kapasitas produksi, kondisi teknis serta berbagai persoalan yang dihadapi pembudidaya.

“Kita perlu mendata kembali tambak-tambak yang ada di Sumatera Barat. Data tersebut nantinya bisa menjadi dasar untuk menyusun program dan menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah,” kata Fikhri.

Menurutnya, data lapangan akan membantu SCI dalam menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembudidaya.

Fikhri juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha dari berbagai skala. SCI Sumatera Barat diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi dan kerja sama bagi seluruh pelaku industri.

Selain itu, kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi dan tenaga ahli akan didorong untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya.

Dari sisi kebijakan, Fikhri berharap pemerintah memperhatikan kepentingan pembudidaya dan industri udang nasional, termasuk dalam menentukan kebijakan perdagangan.

“Kalau kita memiliki produksi udang sendiri di Indonesia, tentu perlu ada kebijakan yang memperhatikan keberlangsungan pembudidaya dan industri udang dalam negeri,” ungkapnya.

Fikhri menegaskan SCI Sumatera Barat akan berupaya memperkuat komunikasi antara pembudidaya, pelaku usaha dan pemerintah.

Ia berharap terbentuknya kepengurusan SCI Sumatera Barat dapat menjadi langkah untuk memperkuat industri udang daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *