Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Populer

Capt. Ade Hendriady Pimpin IPAC 2026–2029, Fokus Buka Peluang Kerja bagi Ribuan Pilot Indonesia

×

Capt. Ade Hendriady Pimpin IPAC 2026–2029, Fokus Buka Peluang Kerja bagi Ribuan Pilot Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DETTAK.COM, BINTARO, 1 November 2026 – Ikatan Pilot Alumni Curug (IPAC) memasuki babak kepemimpinan baru setelah Capt. Ade Hendriady resmi dilantik sebagai Ketua Umum periode 2026–2029. Di bawah kepemimpinannya, IPAC menargetkan penguatan kolaborasi dengan industri penerbangan nasional dan internasional untuk memperluas kesempatan kerja bagi pilot Indonesia, khususnya para penerbang muda yang belum terserap di dunia kerja.

Komitmen tersebut disampaikan Capt. Ade Hendriady saat diwawancarai awak media seusai prosesi pelantikan dan pengukuhan Ketua Umum IPAC di Mapletree Ballroom 2 & 3, DoubleTree by Hilton Jakarta – Bintaro Jaya, Minggu (1/11/2026).

Example 300x600

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., jajaran pejabat Kementerian Perhubungan, pengurus IPAC, para alumni penerbang, serta sejumlah tamu undangan.

Ade menegaskan, salah satu prioritas utama kepengurusan baru adalah membangun komunikasi dan melakukan audiensi dengan perusahaan maskapai serta berbagai pemangku kepentingan industri penerbangan. Langkah ini dilakukan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan sumber daya manusia penerbang Indonesia.

“Jangka pendek, tentu kami akan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan penerbangan. Terutama memberikan peluang bagi para pemuda yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Kami akan melakukan audiensi dengan maskapai penerbangan agar dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi mereka,” ujar Ade.

Lebih dari 1.000 Pilot Indonesia Belum Mendapatkan Pekerjaan

Persoalan penyerapan tenaga pilot menjadi perhatian serius IPAC. Berdasarkan data internal yang disampaikan Ade, saat ini terdapat lebih dari 900 pilot Indonesia yang bekerja di luar negeri. Sementara itu, diperkirakan lebih dari 1.000 pilot Indonesia masih belum mendapatkan pekerjaan.

Kondisi tersebut mendorong IPAC untuk memperluas jaringan dan membuka akses penempatan kerja, termasuk ke pasar penerbangan internasional.

Ade menilai, semakin terbukanya kesempatan bagi pilot Indonesia untuk bekerja di luar negeri juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga penerbang di dalam negeri. Karena itu, IPAC akan mendorong komunikasi dengan berbagai perusahaan penerbangan yang memiliki kebutuhan tenaga pilot.

Ia juga mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Perhubungan memberikan respons positif terhadap gagasan IPAC dan membuka ruang komunikasi bagi organisasi tersebut untuk mendapatkan arahan serta menyampaikan berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam membantu para penerbang muda.

“Tadi Bapak Wakil Menteri Perhubungan sangat membuka ruang kepada kami untuk mendapatkan arahan, sehingga apa yang kami lakukan nantinya bisa memberikan manfaat, terutama bagi adik-adik kita yang baru lulus dan saat ini belum beruntung mendapatkan pekerjaan di Indonesia,” katanya.

Bidik Peluang Kerja Pilot di Industri Drone

Tidak hanya mengandalkan peluang dari maskapai penerbangan konvensional, IPAC juga mulai melihat potensi lapangan kerja baru di sektor teknologi drone.

Menurut Ade, perkembangan industri drone telah menciptakan kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memiliki kemampuan mengoperasikan perangkat tersebut. Peluang ini dinilai dapat menjadi alternatif bagi pilot Indonesia untuk mengembangkan karier di luar jalur penerbangan komersial.

IPAC berencana menjajaki komunikasi dengan perusahaan teknologi drone agar penerbang yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai dapat memperoleh kesempatan kerja. Meski demikian, aspek regulasi dan ketentuan operasional di sektor tersebut masih perlu dipelajari lebih lanjut.

Peluang ini diharapkan dapat menjangkau lulusan berbagai lembaga pendidikan penerbangan, baik sekolah penerbangan milik pemerintah maupun swasta, termasuk lulusan dari dalam dan luar negeri.

Ade menegaskan, IPAC ke depan tidak hanya ingin menjadi organisasi yang berorientasi pada alumni satu lembaga pendidikan, melainkan berkembang sebagai wadah kebersamaan dan jaringan profesional bagi pilot Indonesia secara lebih luas.

IPAC Perkuat Solidaritas 2.803 Anggota Pilot Indonesia

Saat ini, berdasarkan data yang disampaikan Ade, IPAC memiliki sekitar 2.803 anggota. Jumlah tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat jaringan profesional, komunikasi, dan kolaborasi antarpenerbang.

Ade berharap seluruh anggota dapat membangun semangat kebersamaan dengan mengedepankan identitas sebagai sesama pilot Indonesia, tanpa membatasi diri hanya pada latar belakang pendidikan atau almamater.

“Kita tidak hanya melihat diri kita sebagai alumni Curug, tetapi saya berharap kita adalah pilot Indonesia. Kita harus membangun kebersamaan dan saling membantu untuk membuka kesempatan bagi sesama penerbang,” ungkapnya.

Ia juga mendorong terbentuknya jaringan komunikasi yang lebih aktif antara pilot Indonesia yang bekerja di dalam negeri dan mereka yang telah berkarier di luar negeri.

Jaringan tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran informasi mengenai kebutuhan tenaga pilot dan peluang pekerjaan di berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, serta negara-negara lainnya.

Dengan adanya komunikasi yang kuat, pilot Indonesia yang telah bekerja di luar negeri diharapkan dapat membantu membuka akses informasi dan kesempatan kerja bagi rekan-rekan penerbang lainnya.

Ade mengingatkan bahwa industri penerbangan global juga menghadapi tantangan akibat perkembangan situasi geopolitik internasional. Oleh karena itu, solidaritas, kemampuan beradaptasi, dan perluasan jaringan profesional menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan karier pilot Indonesia.

Ade Hendriady Tekankan Pentingnya Penguasaan Bahasa Inggris

Selain membuka peluang kerja, Ade juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia penerbang Indonesia.

Ia berpesan kepada generasi muda yang ingin meniti karier sebagai pilot agar terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengetahuan, dan terutama menguasai bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu modal utama untuk bersaing di industri penerbangan internasional. Terlebih, pilot yang bekerja di luar negeri dituntut mampu berkomunikasi secara profesional menggunakan bahasa tersebut.

“Pesan saya kepada adik-adik, belajar, belajar, dan terus belajar. Terutama kemampuan bahasa Inggris harus ditingkatkan. Saat ini banyak pilot Indonesia bekerja di luar negeri dan bahasa komunikasi yang digunakan adalah bahasa Inggris. Karena itu, kemampuan tersebut harus benar-benar kita kuasai,” tegasnya.

Ia berharap generasi penerbang muda Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan sertifikasi yang memadai, tetapi juga kesiapan untuk bersaing di pasar kerja global.

Kongres III IPAC 2026 Tetapkan Capt. Ade Hendriady sebagai Ketua Umum

Sebelum pelantikan, IPAC telah menyelenggarakan Kongres III Tahun 2026 pada Sabtu (31/10/2026) di Gedung Amphitheater PPSDM PU Curug.

Dalam proses pemilihan Ketua Umum, terdapat tiga kandidat yang mengikuti kontestasi, yakni Capt. Ade Hendriady, Capt. Toto Soebandoro, dan Capt. AKBP Dr. Stefanus.

Melalui mekanisme kongres, Capt. Ade Hendriady akhirnya terpilih untuk memimpin organisasi tersebut selama periode 2026–2029.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan dilaksanakan pada Minggu (1/11/2026) di DoubleTree by Hilton Jakarta – Bintaro Jaya. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Penerbang Indonesia, pembacaan doa, serta pemutaran video perjalanan dan aktivitas IPAC.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan sponsor utama, penyerahan plakat, sambutan Ketua Dewan Pengawas IPAC, sambutan Ketua Umum demisioner, serta pembacaan keputusan hasil Kongres III IPAC.

Puncak acara ditandai dengan pengukuhan Capt. Ade Hendriady sebagai Ketua Umum IPAC periode 2026–2029, dilanjutkan dengan sambutan perdana ketua umum terpilih, ucapan selamat, dan foto bersama.

Kegiatan juga diisi dengan networking lunch, dialog alumni melalui Captain Corner, serta ramah tamah untuk mempererat hubungan dan solidaritas antaranggota.

Mengusung tema “One Sky, One Pride”, Kongres III dan pelantikan pengurus baru IPAC menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kebanggaan, dan solidaritas para pilot alumni Curug.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan mitra, di antaranya JETBAC, Trigana Air, Lion Group, Gapura, Weststar Aviation Indonesia, serta sejumlah mitra lainnya.

Dengan kepemimpinan Capt. Ade Hendriady, IPAC diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi jembatan profesional dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat daya saing pilot Indonesia di industri penerbangan nasional maupun internasional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *